Jumat, 21 Januari 2011

the super leader super manager


Resume
Bab I
Belajar Kepemimpianan dan Manajemen dari Teladan Terbaik



he must be called the savior of humanity. I believe that if a man like him were to assume the dictatorship of the modern world, he would succeed in solving its problems in away that would bring it much needed peace and happiness.”
 “"ia harus disebut penyelamat manusia. Saya percaya bahwa jika orang seperti dia adalah untuk menganggap kediktatoran dunia modern, ia akan berhasil dalam memecahkan masalah dalam diri yang akan membawa perdamaian yang sangat dibutuhkan dan kebahagiaan. "
( George Bernard Show, 1936, The Genuine Islam, Singapore, Vol. 1 No 8)

  1. Krisis Keteladanan
Salah stu krisis terbesar dunia saat ini adalah kerisis keteladanan. Akibat yang ditimbulkan oleh krisis ini jauh lebih besar dari krisis energy kesehatan, pangan, transportasi dan air.
Krisis keteladanan saat ini diakibatkan karena salah satu hal yaitu dengan absennya pemimpin yang visioner, kompeten, dan memiliki integritas yang tinggi, maka masalah air, konservasi hutan, kesehatan, pendidikan, system peradilan, dan transportasi akan semakin parah.
 Akibat yang Timbul dari Krisis Keteladanan
(1)   Semakin hari biaya pelayanan kesehatan semakinsulit terjangkau
(2)   Manajeman transportasi semkain amburadul
(3)   Pendidikan semakin kehilangam nurani welas asih yang berorientasi kepada akhlak mulia
(4)   Sungai dan air makin tercemar dan
(5)   Sampah menumpuk dimana-mana
Inilah diantara berbagai permasalahan yang dialami dunia muslim, termasuk Indonesia.
Contoh krisis keteladanan di jaman sekrang ini
(1)   Kasus masalah korupsi
(2)   Kebocoran anggaran
(3)   Pelaksanaan pembangunan ternyata lebih parah dari masa orde baru.

2.      Mutiara Keteladanan yang Tertutupi Lumpur Keangkuhan
Dihampir semua sepektrum kehidupan membutuhkan suri teladan yang layak untuk ditiru misalnya beberapa aspek kehidupan di bawah ini:
(1)   Anak muda dan remaja membutuhkan satu sosok yang tangguh dan bermotifasi tinggi untuk menghadapi segala kehiduopan dan banyaknya rintangan untuk berkembang.
(2)   Rumah tangga membutuhkan figure suami dan ayah teladan yang penuh perhatian pada istri dan anak-anaknya.
(3)   Dunia usaha juga kini memerlukan contoh pembisnis yang biasa sukses tanpa harus bertumpu pada modal dan unag, tetapi bias bertumpu pada kompetensi dan kepercayaan (trust).
(4)   Dunia pendidikan membutuhkan figure pendidik yang ngemong dan memerlukan siswa sebagai organism yang tumbuh dan perlu diperhatikan dari waktu ke waktu.
( karena memang pendidikan sejatinya merupakan proses transformasi nilai dan budi pekerti bukan sekedar transmisi informasi dan data belaka).
(5)   Dalam tataran sosial diperlukan seorang pemimpin yang mampu merajut titik-titik temu dari berbagai elemen masyarakat yang berbeda dari sisi ideology, budaya dan tradisinya, menjadi suatu tataran masyarakat baru yang bergerak menuju peradaban baru.

Pemimpin yang Dibutuhkan Indonesia
Indonesia merindukan suri teladan leadership yang meyakini bahawa jabatan adalah tanggung jawab dunia akhirat dan bukan kemegahan serta peluang untuk menambah kekayaan semata dengan berbagai cara.
(1)   Indonesia butuh pemimpin yang tidak bias tidur nyenyak karena masi banyak rakyatnya yang bergizi buruk (kelaparan).
(2)   Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang tidak bisa cuti panjang karena banyak puskesmas dalam keadaan memprihatinkan.
(3)   Pemimpin yang tidak terlalu nikmat duduk dalam ruangan ber-AC sementara masi banyak rakyatnya korban longsor, lumpur dan banjir berada di tenda-tenda pengungsian.
(4)   Pemimpin yang tidak tega meminta kenaikan gaji dan fasilitas karena sebagian pegawai PNS gaji pokoknya tidak lebih besar dari anggaran telepon rumah seorang pejabat di tingkat kabupaten.
Kriteria teladan yang disebutkan diatas sesungguhnya terdapat pada diri Rosulullah Saw karena ia adalah pemimpin yang holistic, accepted, dan proven.
(1)   Holistic (menyeluruh) karena beliau adalah pemimpin yang mampu mengembangkan leadership dalam berbagai bidang termasuk diantanyanya :  self development, bisnis dan kewirausahaan, kehidupan rumah tangga yang harmonis, tatanan masyarakat yang akur, sistem politik yang bermartabat, sistem pendidikan yang bermoral dan mencerahkan, sistem hukum yang berkeadilan, dan strategi pertahanan yang jitu serta memastikan keamanan dan perlindungan warga Negara.
(2)   Kepemimpinannya accepted (diterima) karena diakui lebih dari 1,3 milyar manusia.
(3)   Kepemimpinannya proven ( terbukti ) karena sudah terbukti sejak lebih dari 15 abad yang lalu hingga hari ini masi relevan diterapkan.
Hanya saja terkadang kita enggan untuk mengambil mutiara hikmah dari suri teladannya karena keangkuhan atau kebodohan diri.

3.      Rabun Jauh Orientalis
Rasulullah Saw bersabda,
“kamu melihat bahwa manusia yang paling buruk adalah orang yang bermuka dua, ia tampil dengan muka yang berbeda terhadap orang yang satu dengan yang lain”
( Shahih Muslim No.4741.Sunan Abu Daud No.4229 )
Satu diantara sebab ketidakmampuan kita mengambil suriteladan Rasulullah Saw secra holistik dan komperhensif adalah karena adanya distori citra (image) yang muncul dari ekses studi para orientalis.

4.      Rabun Dekat Kaum Muslim
Faktor lain yang mereduksi nilai keteladanan leadership dan manajemen Rasulullah Saw adalah rabun dekat dari kalngan muslim sendiri. Yang dimaksud rabun dekat adalah ketidak mampuan melihat perjalanan hidup Rasulullah Saw secra lengkap dan holistik baik dimensi social, politik militer, edukasi, dan hokum kemudian memformulasikan nilai-nilai keteladanan tersebut kedalam satu model yang dapat diteladani dengan mudah.
Saat ini cara pandang kebanyakan kita terhadap Rasulullah Saw adalah dari satu sisi.artinya hanya menjadikan Muhamad Saw sebagai pemimpin keagamaan saja. Daerah teritorialnya hanya di masjid dan mushalla. Kita menjadikan Muhamad Saw sebagai panutan saat kita shalat saja tapi bila sudah keluar dari masjid dan masuk ke bank atau lembaga keuangan lainnya, maka suri teladannya ditinggalkan. Ketika melakukan transaksi ekspor-inpor petuahnya tentang kejujuran diabaikan. Ketika melakukan promosi iklan di berbagai media, fatwa-fatwanya tentang akhlak dan kewajiban menghormati wanita agar jangn dijadikan objek murahan ditinggalkan.

  1. Prejudice dan Anggapan Apologetik
Faktor lain yang menhambat peneladaan Muhammad Saw  secara holistik adalah jiwa prejudice, sinis dan apologetic setiap kali uswah hasanah Rasulullah SAW akan dibawa keluar dari masjid dam mushalla.
  1. Penutup
Muhammad SAW adalah manusia yang luar biasa namun bukan tidak mungkin untuk diteladani dan diikuti jejak-jejak keteladanannya yang multi dimensi. Salah seorang guru leadership menyatakan bahwa pemimpin yang baik memberikan inspirasi.Itulah yang membedakan pemimpin dengan yang bukan.
Muhammad SAW disamping meninggalkan teladan yang bias kita copy paste juga meninggalkan banyak inspirasi dan kebijaksanan (wisdom) tentang banyak hal tugas kitalah mengembangkan inspirasi tersebut sesuai dengan dimensi waktu dan ruang serta dalam radius kekhalifahan yang kita emban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar