Senin, 17 Mei 2010

Etika Dalam Sistem Ekonomi


Etika Dalam Sistem Ekonomi
2.1  “ Etika dalam Sistem Ekonomi “
Terkait dengan Keadilan Ekonomi / economic justice, yg bertalian dengan proses produksi, distribusi, perdaganganEra pasar bebas (globalisasi),
maka etika ekonomi dihadapkan pada fakta :
      Pemerasan tenaga kerja untuk menaikkan produksi atau mengganti bahan baku dengan mutu yang jelek untuk menaikkan laba.
      Distribusi barang dan jasa yang tidak merata, hanya diakses oleh kelompok/pihak tertentu.
      Kue ekonomi tak dapat dibagi rata secara adil terkait dengan perdagangan export dan import komoditi
2.2 KONSEPTUALISASI TENTANG GLOBALISASI
  1. Globalisasi keuangan dan pemilikan capital/modal (Tahap awal ditandai dengan globalisasi pemilikan saham)
     Deregulasi pasar financial
     Mobilitas kapitas melintasi batas nasional suatu Negara
     Merger dan akuisisi
     Tahap awal ditandai dengan globalisasi pemilikan saham
  1. Globalisasi kemampuan regulasi dan governance
¡  Pengurangan peran pemerintah dalam menentukan regulasi ekonomi (dominasi pasar lebih besar)
  1. Globalisasi sebagai unifikasi politik dunia
¡  Pengintegrasian masyarakat dunia dalam satu system ekonomi global dipimpin satu Negara inti yang berpengaruh menentukan system.
2.3 Pandangan Tentang Ekonomi Mikro dan Makro
Ø  Dalam menganalisis ekonomi mikro pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.
Ø  Mikro ekonomi lebih menitik beratkan pada analisis mengenai masalah membuat pilihan untuk :
      Mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber ekonomi, dan
      Mencapai kepuasan yang maksimum dalam penggunaan sumber-sumber tersebut.
¨  Dalam teori ekonomi mikro pada hakikatnya menerangkan bagaimana sesuatu masyarakat yang memiliki faktor-faktor produksi yang terbatas, mempunyai keinginan untuk memperoleh barang dan jasa yang maksimum, yaitu dengan membuat berbagai pilihan dalam memproduksi dan mengkonsumsi sehingga kepuasan dan kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimumkan.
Secara garis besar permasalah kebijakan ekonomi makro mencakup dua hal yaitu :
Ø  Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi perekonomian, yaitu tentang inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
Ø  Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan ekonomi.
¨  Sedang dalam ekonomi makro lebih global atau menyeluruh meliputi perubahan-perubahan keseluruhan dalam kegiatan ekonomi. Makro ekonomi menerangkan tentang :
Ø  Pentingnya segi permintaan dalam menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian
Ø  Pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan kegiatan perekonomian pada tingkat yang terkendali.
2.4  Organisasi Sistem Ekonomi
¨  Sistem ekonomi dapat digambarkan dalam model yang disederhanakan, yang biasa disebut arus perputaran (circular flow) sebagai berikut :
Ø  Arus uang sebagai pengeluaran konsumen (biaya hidup/cost of living);
Ø  Arus uang sebagai penerimaan perusahaan (= business receipts) Kedua arus ini terjadi melalui pasar barang dan jasa konsumtif.
Ø  Arus uang sebagai pengeluaran perusahaan (biaya produksi/cost of production).
Ø  Arus uang sebau penerimaan pendapatan masyarakat (consumers’ income) Kedua arus ini terjadi melalui pasar sumber-sumber ekonomi.
Ø  Model di atas menggambarkan suatu sistem perekonomian yang stasioner. Artinya, arus uang melalui pasar brang dan jasa konsumtif sama dengan arus uang melalui pasar sumber-sumber ekonomi, yang berarti bahwa dalam masyarakat tersebut tidak ada tabungan (saving), penanaman modal (investment), penggantian barang modal (replacement), atau penyusutan (depretion).
Ø  Model tersebut dapat diperluas dan dibuat lebih kompleks menurut keperluan, umpamanya, untuk menggambarkan perekonomian yang tumbuh, perekonomian yang mundur, atau untuk menggambarkan peran pemerintah dalam kehidupan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar